Menggagas Kabupaten Tegal Sebagai Kota Layak Pemuda  

 

Predikat Kota Layak Pemuda mungkin belum sepopuler istilah Kota cerdas, kota pendidikan, kota bersih, kota budaya atau istilah untuk predikat kota-kota di Indonesia bahkan di dunia. Beberapa tahun terakhir ini kota layak pemuda mulai jadi perbincangan dan jadi salah satu program yang digagas oleh kementerian Pemuda dan Olahraga. Program tersebut merupakan sebuah fondasi untuk memperkuat pembinaan dan pemberdayaan pemuda di tiap wilayah Indonesia
Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kota layak pemuda diberikan atau dicanangkan oleh pemerintah pusat karena telah mencapai sejumlah indikator yang ditetapkan oleh Kemenpora, antara lain dukungan Perda tentang kepemudaan (regulasi), ruang dan tempat berekspresi dan kreasi pemuda (infrastruktur), keaktifan organisasi kepemudaan dan komunitas pemuda, serta kemandirian pemuda sebagai pelopor bidang UMKM.
Pada konteks kekinian dimana era perkembangan zaman yang begitu cepat yang dibarengi dengan terjadinya perubahan sosial kemasyarakatan, Pemuda kemudian dituntut berpacu pada tatanan modernisasi dengan kecanggihan teknologi sebagai salah satu faktor pendukung berlangsungnya dinamika kepemudaan, baik secara kultural maupun struktural pada organisasi kepemudaan (OKP). Kondisi saat ini juga sekaligus menjadi tanda tanya besar tersendiri bagi Pemuda, Apakah dengan kemudahan mengakses informasi, jejaring serta interaksi sosial yang tak lagi dibatasi ruang dan waktu serta nyaris tanpa sekat pemuda mampu menjawab tantangan zaman saat ini.
Pergeseran mindset Pemuda dalam menjalankan fungsi sebagai agent of change, dari metode berhimpun pada organisasi atau kelompok yang berlandaskan idealisme dan ideologi kemudian berubah dengan berorientasi pada keminatan serta keahlian sehingga saat ini komunitas-komunitas pemuda tumbuh subur baik komunitas profesi, hobi, minat dan bakat. Sehingga saat ini trend pemuda mengarah pada potensi kreatifitas yang bernilai ekonomis, terlebih lagi pada saat dimulainya masyarakat ekonomi asean yang memungkin hubungan interaksi serta persaingan terbuka antar pemuda se-Asean.
Perubahan peradaban manusia yang kian dinamis, juga mengisyaratkan perkembangan paradigma sistem ekonomi dunia secara umum. Menurut beberapa ahli ekonomi yang membagi fase perkembangan paradigma ekonomi mulai dari Agriculture Economic, Industrial Economic, Digital/ Knowledge Economy dan kini kita berada fase Creative Economic, Perkembangan teknologi yang kian pesat, dimana hampir segala aspek kehidupan dapat dilakukan dengan mengandalkan teknologi sehingga menyebabkan tinggi jumlah pengganguran.

Ditambah potensi sumber daya alam yang tergerus dan semakin tingginya biaya produksi dalam mengelolah hasil dari alam. Semakin kompleksnya problematika kehidupan manusia saat ini, kemudian mengharuskan menciptakan sumber ekonomi sendiri.
Pada era ini kreatifitas serta inovasi seorang pemuda ditempatkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif. Hal tersebut kemudian dijadikan jalan alternatif yang cukup menjanjikan agar pemuda dapat hidup lebih sejahtera dan tentunya memiliki kemandirian yang kemudian kemandirian tersebut menjadi salah satu kriteria suatu Kabupaten dikatakan Layak Pemuda.
Untuk menggagas Kabupaten Tegal sebagai Kota Layak Pemuda, maka Tegal harus mempertegas potensi yang akan dimaksimalkan untuk dikembangkan yang bisa meningkatkan kreatifitas pemuda dan tentunya juga menyinergikan serta mengolaborasikan program pemerintah dengan aktifitas pemudanya.

 

Fakhrur Al Izza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *